Selamat datang di situs resmi PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Tanjung Jabung Barat


Senin, 12 Mei 2014

Janda Tangguh Penjual Sayuran Keliling



”Sayur-sayur itulah kata-kata yang selalu diucap kan oleh ibu Taslimah, setiap kali menjajakan sayuran nya.” 
 Ibu Taslimah saat di kantor UPK,saat mengajukan proposal.
Ibu Taslimah adalah seorang janda yang di tinggal mati oleh suami nya sekitar beberapa tahun yang lalu, beliau berasal dari desa Kelagian Baru, Kec Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ibu Taslimah adalah salah satu anggota pemanfaat SPP yang di anggap berhasil dalam pengelolaan keuangan simpan pinjam. Ibu yang berprofesi sebagai pedagang sayuran keliling ini, Sebelum mengenal PNPM atau Simpan Pinjam Perempuan ( SPP ) beliau menekuni usaha sebagai pencari brondolan (sisa buah sawit yang tercecer sesudah panen) itu pun di lakukakan di kebun-kebun milik tetangga bukan milik sendiri dan penghasilan nya pun tidak menentu karena pekerjaan ini tidak di lakukan setiap hari. Setelah mendengar informasi tentang simpan pinjam di PNPM dengan persyaratan yang relatif gampang Beliau bertekad untuk alih profesi sebagai penjual sayur keliling dan pada saat itu juga beliau kebetulan sudah mempunyai kelompok. Berbekal tekad untuk mengubah nasib beliau mengajukan proposal ke PNPM dimana pada saat itu beliau bersama anggota mengajukan pinjaman sebanyak 10 juta,setelah proposal dinyatakan layak dan dicairkan kekelompok, beliau mulai merintis usaha dagang sayur keliling dengan modal sepeda motor butut peninggalan sang suami tercinta. Awal dari usaha tersebut memang dirasakan berat oleh ibu Taslimah apalagi di saat musim hujan, karena medan yang harus di tempuh adalah tanah kuning yang belum diaspal, tapi lama kelaman beliau merasa menikmati profesi tersebut.
 
Dari pinjaman yang diperoleh di PNPM-Mpd masing-masing anggota mendapat pinjaman sebesar 2 juta rupiah termasuk Ibu Taslimah sendiri, dari pinjaman yang 2 juta itulah  sebagian dibelikan sayuran  dan  sebagiannya lagi disisihkan untuk persiapan kalau-kalau terjadi kemacetan dalam penjualan sayur keliling. Seikat sayuran di belinya di pasar seharga RP.1.500 kemudian di jual  kembali seharga RP.2.000-2500 sayur-sayuran ini dibeli setiap pagi di pasar sayur kelurahan tebing tinggi, yang selanjutnya dijual kembali di desa Kelagian Baru dan Kelagian Lama dengan cara berkeliling. Setelah mendengar cerita singkat dari Ibu Taslimah kami memberanikan untuk bertanya berapa keuntungan yang di peroleh setiap hari dari hasil penjualan sayur-sayuran tersebut dan beliau berkata” dari hasil penjualan tersebut beliau mendapat keuntungan sekitar 50 hingga 100 ribu perhari dan jika sedang sepi beliau mendapatkan 30 ribu dan Allhamdulillah dari keuntungan ini saya sudah bisa mencukupi kebutuhan saya kata ibu Taslimah.” Dari keuntungan tersebut sebagian disisihkan untuk  angsuran SPP, sebagiannya lagi untuk tambahan modal dan tabungan. Hal yang paling menarik dari cerita ibu Taslimah bahwa dari hasil jual sayur keliling, beliau sudah dua kali berangkat umroh ke Tanah Suci bahkan suaminya pun sudah di umrohkannya dan beliau juga berencana untuk berangkat haji, walaupun beliau pernah mendapat cibiran dari salah seorang warga yang berkata “berangkat umroh dari uang pinjaman spp kok bangga”, beliau hanya menanggapi dengan senyuman saja sambil berkata “yang penting SPP kan saya bayar lancar tidak pernah nunggak”. yah itu lah ibu Taslimah seorang janda yang tegar dan tangguh meski hanya pedagang sayur keliling tetapi beliau tetap yakin tak ada sesuatu yang tak mungkin terjadi tanpa kehendak yang di atas, dan di akhir pembicaraan kami beliau mengucapkan terima kasih kepada PNPM-mandiri perdesaan yang telah mengadakan simpan pinjam khusus perempuan semoga ke depan nyaini akan lebih berkembang lagi


Ibu Taslimah mengaku sangat bersyukur, karena impiannya sekian lama terwujud. ”Ini semua juga berkat pinjaman dari PNPM, sehingga saya dapat membeli bahan untuk jualan. Bagi orang kecil seperti saya, mana mungkin menyediakan jaminan untuk memperoleh tambahan modal,”

Apa yang dirasakan oleh Ibu Taslimah merupakan sesuatu yang langkah, karena perasaan senang dan puas semacam itu hanya dirasakan oleh orang yang punya impian dan usaha besar untuk meraihnya. Semoga kisah dari Ibu Taslimah bisa memotivasi kita semua agar mampu mengusahakan impian meskipun impian tersebut kecil dan terasa tidak mungkin.
Jangan pernah berhenti bermimpi, karena itu adalah langkah awal untuk meraih kesuksesan. Kisah ini sebagian kecil dari kisah-kisah keberhasilan pengelolaan spp kami yakin diluar sana masih banyak kisah-kisah sukses lain nya. (FK Kec. Tebing Tinggi. Ana Elpiana).
 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar