Selamat datang di situs resmi PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Tanjung Jabung Barat


Rabu, 08 Januari 2014

BERJUANG MELAWAN KEMISKINAN ALA IBU NASEM Di Desa Delima

Semilir angin berhembus mengiringi perjalanan ke  desa Delima Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sebuah perjalanan yang cukup menyita energi dan butuh perjuangan karena melewati kawasan hutan sawit dengan kondisi jalan yang relatif licin pada musim hujan.  Desa Delima  merupakan desa pemekaran dari Desa Purwodadi. Dalam urusan pembangunan desa Delima tidak mau ketinggal dengan desa lainnya yang berada di wilayah kecamatan Tebing Tinggi, demikian ungkap Hasan Basri selaku Kepala Desa Delima disela-sela kesibukannya mengurus administrasi desa. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa Pembangunan sarana-prasarana dasar desa merupakan prioritas pembangunan di desa, hal ini dikarenakan desa ini beru dimekarkan. Ibarat pepatah Usia Desa Delima Baru seumur jagung. 


Masyarakat Desa Delima sudah cukup lama mengenal PNPM-MPd, yaitu sejak tahun 2009 ketika masih bergabung dengan Desa Purwodadi. Masyarakat desa ini cukup antusias dalam melaksanakan proses atau tahapan kegiatan PNPM-MPd. Ketika Masih bergabung dengan desa Purwodadi, Dusun Delima (masih berstatus dusun) sudah pernah merasakan pembangunan melalui kegiatan PNPM-MPd yaitu Pembangunan Gedung Pos Yandu dan Kegiatan Simpan Pinjam Khusus Kelompok Perempuan atau sering disingkat dengan SPP. Alhamdulillah, kegiatan SPP di Desa Delima sampai dengan saat ini masih berjalan lancar dan tidak ada tunggakan, demikian ungkapan Rusmalina Purba salah satu peminjam SPP sekaligus Ketua Kelompok Delima E.

Ketika ditanya apa resep sukses pengembalian pinjaman SPP ? Rusmalina Purba menjelaskan bahwa pinjaman dana melalui kegiatan PNPM-MPd digunakan untuk penambahan modal usaha bagi anggota kelompok yang punya usaha. Dengan demikian angsuran bulanan pinjaman berasal dari keuntungan usaha. Lebih lanjut Rusmalina Purba menjelaskan, usaha yang ditekuni ibu-ibu di desa Delima antara lain, berdagang dan pembuatan Tahu dan Tempe. Namun beliau menyampaikan bahwa tidak semua peminjam SPP di desanya mempunyai usaha. Ditengah-tengah perbincangan, Rusmalina Purba menawarkan untuk memanggil salah satu anggota Kelompok Delima K yang mempunyai Usaha Pembuatan Tahu dan Tempe.

Pucuk dicinta Ulampun tiba, sedang asyik-asyiknya mendengarkan celoteh (cerita) Rusmalina Purba yang mengalir seperti air dan terkadang diselingi dengan tawa renyah, tiba-tiba datang seorang ibu yang sudah cukup berumur dan beliau ikut nimbrung mendengarkan cerita Rusmalina Purba. Ternyata yang ikut nimbrung tersebut adalah salah satu anggota Kelompok Delima E yang mempunyai usaha Pembuatan Tahu dan Tempe. Dari perbincangan diketahui bahwa nama beliau Nasem dan sudah pernah mendapatkan pinjaman SPP sebanyak dua kali. Ketika pertama kali meminjam SPP beliau ibu mendapatkan pinjaman sebesar Rp. 2.000.000,- yang digunakannya untuk menambah dana membeli Mesin Penggiling Kedele dan kedele. 

Lebih lanjut Ibu Nasem menjelaskan bahwa untuk satu kali pembuatan tahu dan tempe membutuhkan modal lebih kurang Rp. 500.000,- . Dalam satu bulan biasanya beliau membuat tempe dan tahu sebanyak 15 kali dengan keuntungan yang diperoleh selama 1 bulan lebih kurang Rp. 2.000.000,-. Keuntungan inilah yang disisihkannya untuk pengembalian pinjaman setiap bulannya. Beliau juga menjelaskan bahwa tahu dan Tempe yang dibuatnya dipasarkan di Pasar Desa Delima. Disamping itu juga beliau menerima pesanan dari pedagang keliling dan pesanan langsung dari masyarakat di sekitar Desa Delima.



Usaha pembuatan Tahu dan Tempe ini telah ditekuninya bertahun-tahun atau sudah cukup lama dan merupakan sumber pendapatan utama keluarganya. Pendapatannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya anaknya sekolah dibangku SMA. Kalau tidak dengan usaha ini mau darimana lagi sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, demikian ungkapnya. Lebih lanjut Ibu Nasem mengungkapkan dari dulu saya beserta suami selalu berjuang tanpa kenal lelah untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan berusaha keluar dari belenggu kemiskinan. Alhamdulillah perjuangan saya beserta suami mulai menampakkan hasil beberapa tahun ini. Kami sangat berterima kasih kepada PNPM-MPd yang telah memberikan pinjman kepada kami melalui kegiatan Simpan Pinjam Khusus Kelompok perempuan dan kami berharap dimasa yang akan datang PNPM-MPd tetap membantu kami melalui kegiatan SPP serta melakukan pendampingan untuk pengembangan usaha dan kelompok.

Tanpa terasa waktu berlalu demikian cepat dan mataharipun secara perlahan beranjak menuju kaki langit sebagai pertanda bahwa malam akan segara datang dan mengisyaratkan perbincangan ini harus segara diakhiri dan akan dilanjutkan pada kesempatan lain. Terima kasih kepada Rusmalina Purba dan Nasem yang telah bersedia sharing/berbagi cerita tentang kegiatan SPP di desa Delima. Bukankah Hidup Akan Terasa Indah dan Berarti Ketika Kita Saling Berbagi..... (45)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar